Alhamdulillah mulai Februari 2016 Mie Aceh Seulawah hadir di daerah Mampang Prapatan pada sisi arah ke selatan, tepatnya di Jalan Mampang Raya no 105
BUKA : jam 11.00 sampai jam 23.00
LOKASI :
terletak di pinggir jalan raya Mampang Prapatan arah selatan, sekitar 100 meter sebelum perempatan Duren Tiga
klik gambar diatas untuk melihat di google map , atau KLIK DISINI
lokasi cukup mudah diakses dengan parkir yang luas
ruangan luas dengan nuansa yang cozy , enak buat makan siang atau nongkrong sore sampai malam pulang kerja
RUMAH MAKAN ACEH SEULAWAH | Juara Nasional Masakan Aceh 2012 | Mi Kuah Top di Jakarta versi pak Bondan "Mak Nyus" Winarno - Majalah Yuk Makan 2011 | digemari Pencinta Kuliner, Artis, Tokoh & Pejabat | Resep asli dari Aceh YUMMY SPICY HEALTHY | Lokasi : Jalan Bendungan Hilir Raya No 8 (depan Rumah Sakit Angkatan Laut Mintoharjo) Jakarta Pusat, telp: 021-5708660 | Dapat dipesan via GO-FOOD & GRAB-FOOD, PUMASERA, KLIK-EAT
Tampilkan postingan dengan label ayam tangkap. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ayam tangkap. Tampilkan semua postingan
Jumat, 11 Maret 2016
Senin, 13 April 2015
MIE ACEH SEULAWAH di PACIFIC PLACE (Hang Out di Jantung Kota Jakarta)
Alhamdulillaah MIE ACEH SEULAWAH mulai April 2015 ini telah buka di Urban Kitchen - PACIFIC PLACE Lokasinya ada di lantai 4
Disini Mie Aceh Seulawah menghadirkan menu-menu andalannya yaitu :
Mie Aceh Seulawah yang sangat terkenal karena menurut testimoni konsumen, media kuliner maupun pakar kuliner seperti pak Bondan, mie Aceh Seulawah memiliki rasa yang paling enak dibanding mie aceh lainnya di Jakarta, Mie buatan sendiri, bukan pabrikan sehingga texturenya lebih lembut tidak terlalu berwarna, bumbunya lebih gurih dan mantap karena dibuat dari 24 macam bumbu rempah pilihan yang membuat rasanya memang beda
Mie Aceh Seulawah disajikan dalam beberapa menu Mie Kepiting yang berupa kepiting utuh dimasak bersama mie aceh yang membuat citarasa mienya benar2 mak nyuuus...
Senin, 10 Maret 2014
Resep Mie Aceh , Masakan Aceh yang digemari Penggemar Kuliner Aceh
![]() |
| Mie Goreng Aceh |
Pembuatan Bumbu Mie Aceh sebagaimana Bumbu Masakan
Aceh pada umumnya tidak menggunakan bumbu
buatan kimiawi, penggunaan
rempah dan bahan-bahan untuk tumisan memang menjadi kewajiban dalam setiap
hidangan bagi Masakan Khas Aceh,
sehingga rasanya sangat lezat juga membuat badan hangat
Dalam Resep Mie
Aceh sebagaimana Resep Masakan Aceh pada umumnya memasukkan
rempah-rempah seperti Adas, Bawang Merah , Bawang Putih , Pala, Cabe Merah , Jahe, Jintan , Kapulaga, Lada , Kayu Manis, Kemiri , Peka Dan
Lain-Lainnya, bahan-rempah tersebut digiling menjadi Bumbu Mie Aceh atau Bumbu Masakan
Aceh
Kuliner Aceh
saat ini mulai menjamur di Jakarta, pada umumnya berupa kedai Mie Aceh atau Mi Aceh yang menghidangkan berbagai menu, yang paling banyak
digemari adalah mie goreng aceh, mie goreng basah dan mie rebus aceh
Rumah Makan Aceh Seulawah yang erdiri sejak 1996 adalah salah satu pelopor rumah
makan khas aceh di jakarta yang menyajikan bukan hanya mie aceh tetapi juga
berbagai Hidangan Khas Aceh lainnya,
sehingga menjadi tempat tujuan bagi penggemar Kuliner Aceh atau pencinta Masakan
Aceh
Senin, 21 Januari 2013
"One of the best restaurants in Jakarta " Mira Lesmana
Alhamdulillah Menjelang siang itu (10:27 PM - 14 Mar 12 ) kami kedatangan tamu istimewa
Mbak Mira Lesmana & Riri Reza
Berbagai jenis makanan hidangan kami dicobanya
kedua tokoh Top dalam perfilman indonesia ini terlihat sangat puas makan yang kami hidangkan
mbak mira memotret dengan HP dan dan menshare dengan komentar dalam witter dan instagram
"One of the best restaurants in Jakarta "
https://twitter.com/MirLes/status/180163204410908672
http://instagram.com/p/ILme2wGnPb/
Terima kasih Mbak Mira Lesmana & Riri Reza atas kunjungan dan sharingnya
RM Aceh Seulawah
Mbak Mira Lesmana & Riri Reza
Berbagai jenis makanan hidangan kami dicobanya
kedua tokoh Top dalam perfilman indonesia ini terlihat sangat puas makan yang kami hidangkan
mbak mira memotret dengan HP dan dan menshare dengan komentar dalam witter dan instagram
"One of the best restaurants in Jakarta "
https://twitter.com/MirLes/status/180163204410908672
http://instagram.com/p/ILme2wGnPb/
Terima kasih Mbak Mira Lesmana & Riri Reza atas kunjungan dan sharingnya
RM Aceh Seulawah
Sabtu, 27 Maret 2010
Masakan RM Aceh Seulawah terbukti dianggap lebih mantab dibanding RM Meutia & RM Aceh Baru
Membaca ulasan Jenscorner tentang Rumah Makan Aceh ternyata RM Aceh Seulawah masih jadi unggulan untuk rasanya yang masih khas aceh & lebih mantab. lihat http://www.jenzcorner.com/weblog/archives/food/indonesian_cuisine/
Jenscorner adalah blog khusus memantau dan mereview restoran & rumah makan khususnya yang berada di Jakarta




Jenscorner adalah blog khusus memantau dan mereview restoran & rumah makan khususnya yang berada di Jakarta




Ketagihan Sambal Ganja dan Ikan Kayu
Masakan RM Aceh Seulawah kembali diliput Detikfood.com
dikutip dari
http://food.detik.com/read/2009/05/25/141357/1136718/288/ketagihan-sambal-ganja-dan-ikan-kayu
Senin, 25/05/2009 14:13 WIB
Ketagihan Sambal Ganja dan Ikan Kayu
Odilia Winneke - detikFood
Racikan bumbu dari serambi Mekkah ini memang bikin ketagihan. Sambalnya asam segar gurih, ikan kayu pun diolah dengan lumuran bumbu cabai yang royal. Daun temurui yang berlimpah pun membuat ayam tangkap jadi makin wangi aromanya. Hmm..sedap nian diadu dengan suapan nasi putih!
Satu dua kali saya mencicipi masakan Aceh. Terus terang yang teringat kuat adalah mi Aceh yang berbumbu mlekoh dengan topping kepiting yang royal. Maklum saja sajian yang satu ini sudah banyak dijajakan di warung-warung makan. Porsinya besar, rasanya pedas gurih dan membuat wajah bercucuran keringat karena nikmatnya.
Siang itu saya justru ingin mampir ke Rumah Makan Seulawah di kawasan Bendungan Hilir, sekedar ingin makan nikmat gaya Aceh. Rumah makan ini sederhana, menempati bangunan ruko yang di sisi kiri dan kanannya dipadati penjaja makanan lainnya.
Karena hari Jum’at otomatis yang terbayang adalah Nasi Biryani yang wangi andalan rumah makan ini. Namun, saya harus kecewa, karena begitu saya memesan, mangkuk terakhir nasi biryani sudah disuguhkan ke pembeli. Tetapi saya tetap menghibur diri dengan aneka lauk yang ditata di lemari kaca yang ada di bagian depan rumah makan. Lamat-lamat tercium aroma wangi martabak yang sedang dimasak di bagian luar.
Setelah bingung memilih karena banyak yang ingin saya ciipi, ya kari kambingnya yang sedap, roti jala, roti cane dan rujak Aceh. Akhirnya pilihan saya jatuh ke menu favorit yang pernah saya cicipi dulu. Kuah Pli’u, Ikan Kayu, ayam tangkap plus sambal ganja plus nasi putih.
Seperti rumah makan Minang, lauk pun segera disajikan dalam mangkuk dan piring. Kuah Pli’u disajikan melimpah dalam piring cekung. Kuahnya berwarna kehijauan dengan beragam jenis daun. Ada daun pakis, potongan labu siam dan saat saya cicipi kuah santannya terasa gurih enak dengan semburat rasa asam. Ini mungkin karena asam sunti yang dimasukkan dalam bumbu. Gulai khas Aceh ini memang ternama karena rasa gurih dan pedas rempahnya yang kuat.
Ikan kayu merupakan ikan tongkol yang dikeringkan hingga keras. Mirip cakalang fufunya orang Manado. Warna cokelat kemerahan melumuri potongan kecil daging ikan. Rasanya pedas, gurih dengan rasa keras renyah daging ikan kayu. Makin enak saat diaduk dengan nasi putih hangat. Lama kelamaan rasanya pedas juga!
Saat menikmati ikan kayu ini, sayapun mencoba memadukan dengan Sambal Ganja. Hmm..sambal yang berupa potongan udang rebus dengan bawang merah, cabai hijau dan belimbing sayur ini memang rasanya gurih, asam dan segar! Mungkin karena sering bikin orang ketagihan disebut sambal ganja. Padahal nama sebenarnya Sambal Asam Udang. Karena saya juga tak melacak aroma kaskas, bumbu yang berupa biji ganja (poppy seed) yang kadang dicampurkan dalam rempah Aceh..
Pesanan yang terakhir disajikan adalah Ayam Tangkap yang disebut juga ayam tsunami. Aroma wangi daun kari langsung menusuk hidung. Sajian ini sebenarnya sederhana. Ayam kampung yang dipotong kecil (berikut tulang), dibumbui dan digoreng. Yang istimewa justru paduannya yang berupa daun jeruk, daun pandan,s erai dan daun kari atau temurui yang berlimpah yang digoreng kering. Karena itu aroma ayam goreng yang tampilannya mirip sampah ini sangat wangi!. Daging ayam kampungnya juga gurih dan empuk.
Ayam tangkap yang gurih ini pun saya tuntaskan dengan sambal hijau yang berupa sambal cabai hijau keriting dengan campuran bawang dan air jeruk sehingga rasanya asam gurih pedas! Saat beradu dengan ayam yang gurih rasanya makin enak saja!
Kalau tak kepedasan saya pasti akan memesan rujak Aceh yang memakai rumbia, yang mirip salak dengan rasa asam yang unik. Hampir titik ait liur saya membayangkan campuran buah dengan bumbu rujak yang sedap ini. Sayang perut saya sudah mulai sesak sehingga rasa pedas gurih di mulut saya bilas dengan timphan.
Timphan ini memang jajan pasar Aceh favorit saya. Tampilannya mirip kue pisang, dibungkus daun pisang muda, berbentuk panjang sekitar 10 cm dan lebar sekitar 4 cm dan dikukus. Adonannya terbuat dari tepung ketan dan pisang halus sedangkan isinya kelapa muda parut yang diaduk dengan gula dan telur. Timphan rumah makan ini memang terkenal enak. Lembut mulur dengan isian yang tidak terlalu manis dan yang saya suka, selalu memakai daun pisang muda yang cantik dan wangi!
Untuk mencicipi kuliner Aceh yang sedap, harga lauknya tidak terlalu mahal dibandingkan dengan kelezatannya. Ayam Tangkap seporsi dihargai Rp. 30.000,00, Kuah Pli’u dan ikan kayu Rp, 15.000,00, sambal udang Rp. 7.000,00 dan timphan Rp. 2.000,00 sebuah.
Karena saya belum berhasil makan nasi briyani dan rujak Aceh, rasanya di suatu hari Jumat saya harus kembali lagi ke rumah makan ini. Kembali mengulangi kenikmatan kuliner tanah rencong!
Rumah Makan 'Seulawah'
Jl. Bendungan Hilir Raya No. 8
(depan RS AL Mintihardjo), Jakarta Pusat
Telpon: 021- 57086660
Jam buka: 11.00-21.00
(dev/Odi) Odilia Winneke
© 2009 detikcom
Selasa, 25 November 2008
Rumah Makan Aceh Seulawah di berbagai media masa, elektronik dan buku
Sahabatku Sekalian
Sudah beberapa kali sebenarnya Aku mendapat liputan dari beberapa media komunikasi, mulai dari Koran Republika, Koran Tempo, Jakarta Post, Kompas, Majalah Femina, Majalah Dwibahasa Jakarta, Beberapa Tabloid Wanita dan Kuliner dll.
Dengan maraknya acara wisata dan info kuliner , beberapa media elektronik inipun telah meliput tempatku, diantaranya adalah yang berikut ini :
Ajeeeb…. Gule Ikan Hiunya OK Banget…… Begitulah celoteh FAUZI BAADILAH di RM Aceh Seulawah pada Acara NIKMATNYA DUNIA di SCTV Februari 2008 yang lalu
Woow enaaaak, bumbunya berasa banget . begitulah ungkapan TIKE – (Exravaganza) di Rumah Makan Aceh Seulawah dalam acara CIPIKA CIPIKI di Trans TV, Agustus 2007 lalu
“ Mie nya Mangat thaat” begitulah FANY FADHILAH (Ucup Bajaj Bajuri) yang mencoba dalam bahasa Aceh mengungkapkan rasa nikmatnya mie aceh di RM Aceh Seulawah dalam acara Bango Citarasa Nusantara di INDOSIAR Juli, 2008
Oh ya , Aku dimuat juga dalam buku MAKANSUTRA Food Guide in Jakarta., Lumayan dapet penghargaan bintang .. eh mangkok dua ( dari skala 1-3) untuk rasa sih dapet exelent, kekurangan adalah tempatnya.. hehehe ini kelemahan bosku sebagai pengusaha Kecil...
Mudah-mudahan bosku cepet dapet investor untuk merealisasikan niatnya membesarkan Aku .. Amin
Pada kesempatan ini, Aku ucapkan terima kasih kepada teman-teman wartawan berbagai media tersebut atas liputannya
Mudah-mudahan Aku dan seluruh staf Kami bisa mempertahankan kenikmatan rasanya
Hormat Saya
RM Aceh Seulawah
(berikut saya muat cuplikan RM Aceh Seulawah dalam liputan Buku MakanSutra)

Sudah beberapa kali sebenarnya Aku mendapat liputan dari beberapa media komunikasi, mulai dari Koran Republika, Koran Tempo, Jakarta Post, Kompas, Majalah Femina, Majalah Dwibahasa Jakarta, Beberapa Tabloid Wanita dan Kuliner dll.
Dengan maraknya acara wisata dan info kuliner , beberapa media elektronik inipun telah meliput tempatku, diantaranya adalah yang berikut ini :
Ajeeeb…. Gule Ikan Hiunya OK Banget…… Begitulah celoteh FAUZI BAADILAH di RM Aceh Seulawah pada Acara NIKMATNYA DUNIA di SCTV Februari 2008 yang lalu
Woow enaaaak, bumbunya berasa banget . begitulah ungkapan TIKE – (Exravaganza) di Rumah Makan Aceh Seulawah dalam acara CIPIKA CIPIKI di Trans TV, Agustus 2007 lalu
“ Mie nya Mangat thaat” begitulah FANY FADHILAH (Ucup Bajaj Bajuri) yang mencoba dalam bahasa Aceh mengungkapkan rasa nikmatnya mie aceh di RM Aceh Seulawah dalam acara Bango Citarasa Nusantara di INDOSIAR Juli, 2008
Oh ya , Aku dimuat juga dalam buku MAKANSUTRA Food Guide in Jakarta., Lumayan dapet penghargaan bintang .. eh mangkok dua ( dari skala 1-3) untuk rasa sih dapet exelent, kekurangan adalah tempatnya.. hehehe ini kelemahan bosku sebagai pengusaha Kecil...
Mudah-mudahan bosku cepet dapet investor untuk merealisasikan niatnya membesarkan Aku .. Amin
Pada kesempatan ini, Aku ucapkan terima kasih kepada teman-teman wartawan berbagai media tersebut atas liputannya
Mudah-mudahan Aku dan seluruh staf Kami bisa mempertahankan kenikmatan rasanya
Hormat Saya
RM Aceh Seulawah
(berikut saya muat cuplikan RM Aceh Seulawah dalam liputan Buku MakanSutra)

Langganan:
Postingan (Atom)







